Mafia Judi Bola Indonesia

Mafia Judi Bola Indonesia

Mafia Judi Bola Indonesia, Mantan KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian pernah membuat Satgas Anti-Mafia Bola Jilid II. Satgas itu diperlebar ke 13 propinsi sebagai daerah hukum semasing Polda. Dari 13 Propinsi, itu diantaranya Polda Lampung.

Kedatangan satgas di setiap wilayah ini diinginkan dapat menahan praktek penataan score yang tentu saja yang tentu saja bisa menghancurkan pembinaan serta prestasi.

Sudah diketahui, mafia judi bola dikontrol oleh orang yang ada di luar negeri. Untuk mengendalikan satu laga mereka memerlukan seorang penghubung yang diberi nama runner. Orang itu umumnya datang dari negara tempat club yang akan disabotase.

Baca Juga: Arti Mimpi Bermain Bola Untuk Petanda Untuk Main Togel

Seorang runner akan mengendalikan laga untuk menyiasati bandar atau rumah judi bola online. Mereka akan dekati wasit, manager, pelatih, sampai ke tingkat pemain. Mereka akan memberi uang yang banyaknya lumayan besar supaya hasil laga berjalan seperti keinginan mereka.

Europol pada Februari 2013 keluarkan laporan yang pernah mengagetkan publik sepak bola. Keseluruhan 680 laga yang terselenggara semenjak 2008 sampai 2011, termasuk juga salah satunya pertandingan kwalifikasi Piala Dunia dan pertandingan Liga Champions, diduga berkaitan tindakan penataan score.

Menurut si penyelidik, yang ada di jantung beberapa tindakan ini ialah barisan yang diperintah Serta Tan, seorang pengontrol score asal Singapura.

Di Indonesia sendiri, belakangan ini Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono ditahan Unit Pekerjaan Anti-Mafia Judi Bola dan agen casino. Ia disangka terjebak masalah sangkaan penataan score bersama-sama 15 terduga yang lain.

Ketua Satgas Anti-Mafia Bola Polri Brigjen Hendro Pandowo mengatakan pengungkapan masalah penataan score itu datang dari beberapa laporan yang diterima. Ia mengutarakan belasan orang yang menjadi terduga ini bermacam, dari mulai PSSI, wasit, sampai praktisi di industri sepak bola.

Pejabat PSSI yang jadi terduga penataan score ini ada anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI sekaligus juga Ketua Asprov PSS Jawa Tengah Johar Ling Eng serta anggota Exco yang lain, Hidayat. Disamping itu, anggota Komisi Disiplin PSSI, komite wasit, serta wasit terjebak dalam lingkaran mafia sepak bola di Tanah Air.

Di Lampung, beberapa club sepak bola yang bertanding di liga Indonesia atau liga lokal telah dibuat item taruhan bandar judi online. Club asal Lampung yang bertanding di kelas paling tinggi cuman satu: Perseru Badak Lampung. Di Liga 2, tidak ada satu juga club asal Lampung. Selanjutnya, di Liga 3 yaitu ada Lampung Sakti.

Satgas Anti-Mafia Bola yang sudah dibuat di Lampung diinginkan bisa merengkuh seluruh pihak baik penopang kebutuhan berkaitan sampai pada supporter sepak bola. Ini untuk menahan praktek penataan score yang bisa menghancurkan prestasi club serta pemain tersebut.