Thomas Gravesen, Gelandang Petarung Berharta Rp 1,7 Triliun Dari Berjudi

Thomas Gravesen, Gelandang Petarung Berharta Rp 1,7 Triliun Dari Berjudi

Thomas Gravesen, Gelandang Petarung Berharta Rp 1,7 Triliun Dari Berjudi – Masih ingat dengan Thomas Gravesen? Pemain yang kerap‘ meledak- ledak’ kala bermain ini saat ini mempunyai perkejaan yang tidak biasa bagaikan mantan pesepakbola.

Pensiun dari lapangan hijau pada Januari 2009, Gravesen sudah bermain buat timnas Denmark sebanyak 66 kali dengan 3 ajang bergengsi ia simak, Piala Eropa 2000, Piala Dunia 2002 serta Piala Eropa 2004.

Baca Juga : sepak bola benua biru dan jeratan candu judi

Ekspedisi Karier Gelandang Yang Keras Ini

Ekspedisi Karier Gelandang Yang Keras Ini

  • Everton

Mengawali karier profesionalnya dengan bermain buat Vejle Boldklub di Denmark, Gravesen muda tampak bagaikan gelandang yang menjanjikan. Dalam rentang waktu 2 tahun di situ, dirinya sukses mencuri atensi klub asal Jerman, Hamburg SV.

Tahun 1997 sampai 2000 dia habiskan bersama klub berjuluk The Red Shorts tersebut saat sebelum kesimpulannya dipinang oleh Everton di akhir tahun 2000.

Di klub berjuluk The Toffees seperti itu Gravesen menggapai peforma terbaiknya. Bersama Regu Cahill serta kawan- kawan, dirinya sukses bawa Everton finish di urutan ke- 4 Liga Premier serta berpeluang bermain di Liga Champions masa selanjutnya.

Gravesen langsung jadi idola para fans Everton berkat penampilan dan karakternya yang keras di lapangan membuat dirinya tidak kalah menakutkan dibanding Roy Keane ataupun juga Patrick Vieira.

Tetapi di tahun yang sama, dirinya wajib meninggalkan Goodison Park serta bergabung bersama raksasa Spanyol, Real Madrid dengan harga 2, 5 juta Poundsterling bertepatan dengan dijualnya Wayne Rooney ke Manchester United.

  • Real Madrid

Dihadirkan dengan harga yang terbilang kecil, jelas pemain dengan kepala plontos itu tidaklah pembelian tipe Galactico khas Los Blancos. Didatangkannya Gravesen sendiri buat mengisi lini geladang bertahan yang kosong atas permintaan Vanderlei Luxemburgo, selaku Pelatih dikala itu.

Tetapi berbeda dengan Liga Premier yang keras serta tidak tahu kompromi, malah di tanah Matador, apalagi buat pendukung El Real sendiri, Gravesen tidak begitu disukai sebab style bermainnya, terlebih sehabis Luxemburgo dipecat serta digantikan oleh Fabio Capello dirinya terus menjadi tidak aman.

Bulan Agustus 2006, terjalin kejadian antara Gravesen dengan Robinho yang memunculkan perselisihan antara laki- laki Denmark itu dengan Capello. Dikala tahap latihan, Gravesen melaksanakan tackle keras kepada Robinho serta nyaris membuat rekan Brasilnya itu luka sungguh- sungguh.

Capello yang dikala itu baru jadi pelatih, langsung membagikan pendapat buat perbuatannya,

” Semacam ia( Gravesen), kita tidak hendak mempunyai permasalahan dengannya. Ia cuma sedikit istimewa. Aku tidak mengacaukannya, ia bekerja dengan baik secara taktik. Tetapi perilakunya semacam ini (tackle keras), aku tidak suka serta aku tidak suka kala seluruhnya wajib dicoba semacam yang ia( Gravesen) mau,” ucap Thomas Gravesen di bandar judi online selaku judi online terpecaya.

Tidak lama sehabis insiden itu, Gravesen memilah buat pindah ke Celtic.

  • Celtic

Sehabis satu masa bersama Madrid, Gravesen hengkang ke Skotlandia serta bergabung bersama Celtic. Di situ, Gravesen mengawali masa dengan baik apalagi dirinya sukses mencetak berhasil pertamanya dalam derby Old Firm mengalami Rangers.

Tetapi dirinya lama- lama tetapi tentu mulai kehabisan tempat di klub berjuluk The Bhoys itu sehabis gelandang muda asal Belanda, Evander Sno pula tampak apik, terlebih dirinya lebih mempunyai energi sebab usia yang terpaut jauh.

Gravesen serta Celtic kesimpulannya berpisah pada Agustus 2008, serta dia dipinjamkan kembali ke Everton. Manajer Celtic kala itu, Gordon Strachan merasa kecewa dengan penampilan Gravesen yang terus menjadi menyusut.

Disambut dengan hangat oleh segala penggemar di Goodison Park, tampaknya Gravesen kandas membuat David Moyes yakin kalau dirinya layak buat dipulangkan secara permanen di Inggris.

Ia membuat 8 penampilan masa itu. Pada masa 2009/ 10 Gravesen kembali ke Celtic namun manajemen The Bhoys memilah buat mengakhiri kontraknya. Sehabis kandas menciptakan klub baru, dia mengumumkan pengunduran dirinya dari lapangan hijau.

Berita Gravesen saat ini dan perkerjaannya Telah nyaris 11 tahun dirinya pensiun, Gravesen tampaknya sangat menikmati hidupnya saat ini dengan pemasukan yang dia raih. Bagi Marca, Gravesen sanggup menciptakan 100 juta Euro dalam sebagian bulan dengan profesi barunya.

Ya sehabis pensiun, dirinya membanting stir bagaikan seseorang penjudi di Las Vegas agen casino. Berjudi sendiri tidaklah suatu yang baru buat Gravesen. Alasannya waktu masih jadi pemain juga, dirinya kerap ke klub malam buat berjudi serta perihal itu merupakan satu diantara pemicu mengapa dirinya kandas di Madrid,

” Ini cuma hobi. Ia telah melaksanakan kegiatan tersebut sepanjang bertahun- tahun, semenjak masih jadi pemain. Hobi yang mendatangkan duit Bermain judi bola,” ucap istri Gravesen, model asal Republik Czech, Kamila Persse, di salah satu media Denmark, BT.

Dengan pemasukan yang begitu banyak, Gravesen sekarang tinggal di rumah yang aman di Las Vegas bersama istrinya, Kamila Persse.

Leave your comment